Jumat, 01 November 2013

Biar aku yang memilih

Kita hidup di dunia ini subah banyak perbedaan persepsi yang telah tersedia untuk kita cerna. Entah sejak kapan perbedaan itu ada dan ketika kita ada, perbedaan sudah begitu sangat tuanya dan tak bisa kita nafikan lagi. Kita diperhadapkan perbedaan yang saling mengaku benar yang hal ini menuntut kita untuk menjadi seorang pencari., melakukan perbandingan dan menemukann nilai. Nilai yang kita berdiri kokoh di atasnya, nilai itu bernama kebenaran, bukan pembenaran.

Malakbirik Memang Tongi Tulolonna Sulawesi???

Duduk di teras rumah, menikmati segelas teh dan pemandangan pagi hari.Masyarakat kembali beraktifitas setelah melewati tidur panjangnya.
Tiba-tiba terdengar lagu dari tetangga, lagu daerah tentang kearifan budaya lokal dan perempuannya. Lebih jelasnya lagu itu berjudul :"Tulolonna Sulawesi". Lagu ini beirisi tentang keluhuran budi Perempuan Muda (Tulolo) Sulawesi yang digambarkan dengan baju bodonya, sipa' sa'be sebagai perlambangan yang memiliki makna yang dalam dan tindak=tanduknya yang menggambarkan wanita yang beretika. Wanita yang halus dalam perkataan dan perbuatan.Tanpa terasa telah terbawa diri ini dalam penghayatan hingga tiba di penghujung lagu.
Tiba-tiba tersirat dalam benakku, "Tulolonna Sulawesi yang memiliki keagungan etika, berbicara dan bertindak seperti yang digambarkan dalam lagu itu, apakah tinggal nyanyian yang telah kahilangan realitasnya?"
Semoga tak demikian, itu harapan kita,orang-orang tua kita, bangsa kita dan agama kita.