Berikan aku kebebasan agar ku rasa nikmatnya berserah diri itu.
Beri aku ruang untuk bertanya, agar tanya dalam kepalaku habis terganti keyakinan. Jangan memaki, aku memang bodoh. Hanya ingin merasa nikmatnya kebenaran, sebab pembenaran tak pantas mengisi celah keyakinanku.
Biar kugali keyakinanku dengan tanya karena hanya dengan itu, berserah diri bisa kunikmati.
Selasa, 29 Oktober 2013
Ajari aku, jangan menghajar.
Memahami Islam Melalui Analisi Sejarah
Sebelum memasuki pembahasan, penting kiranya untuk memahami gambaran awal mengenai pembahasan kali ini.
Dalam tulisan ini, saya mengangkat tema keislaman dengan judul "Memahami Islam Melalui Analisis Sejarah".
Pertama, mari kita samakan persepsi mengenai makna kata dalam judul. Mulai dari kata "Islam sampai kata analisis sejarah".
Apakah itu Islam?
Apakah islam adalah ketika
Postingan saya sblmnya yang berjudul "Islam Dari Berbagai Kacamata" dibahas berbagai pemahaman Islam dari berbagai cendekiawan muslim, baik dari negara kita sendiri maupun dari cendekiawan luar meskipun masih blm mendetail. Saya menari benang merah dari pemahaman mereka bahwa islam adalah ajaran rahmat bagi alam, artinya islam adalah ajaran yang akan membawa kebaikan bagi alam dengan ajaran tauhid dan akhlak yang dibawanya.
Islam bukanlah institusi agama atau semacam organisasi yang dimana kita harus terdaftar sbgai anggota atau memiliki pengakuan dari orang lain tapi ia adalah ajaran yang ketika hati kita telah menerima maka kita telah Islam. Ketika telah mengakui ke esaan Tuhan dan dengan suka rela tanpa sedikitpun mengikuti ajarannya maka kita telah menjadi muslim, tak perlu ada pengakuan dari orang lain karena ia adalah persoalan hati atau keyakinan milik perseorangan yang bebas dari intervensi orang lain. Teringat kata Nurcholis Majid (Biasa disapa cak nur) yang saya kutip dalam buku "all you need is love" catatan mengenai memorial cak nur yang dihimpun dalam buku ini. Dalam kesaksian buku ini saya mengutip bhwa cak nur berkata " iman seseoran baru bermakna ketika dia memiliki kebebasan untuk memilih untuk menjadi beriman atau kafir". Saya kemudian menangkap bhwa iman atau brtauhid adalah hubungan antara pelaku iman atau mukmin dan tuhan. Tdk boleh b paksaan atau intervensi dari luar karena persoalan keyakinan adalah milik masing-masing individu.
To be continue..(lg kuliah gan)